Pembangunan Negara-Negara ASEAN Dilihat Dari Teori Mordenisasi

Pembangunan Negara – Negara ASEAN

Di Lihat Dari Teori Mordenisasi

 

Indonesia :

Jika dilihat dari Harrod – Domar, yaitu pertumbuhan perekonomian suatu negara ditentukan oleh tingginya tabungan dan investasi. Disini  Indonesia merupakan negara yang tingkat investasinya cukup baik, meskipun investasi di dalam negeri sudah banyak dikuasai oleh negara asing, tetapi Indonesia mampu mengembangkan investasi di dalam negeri maupun di luar negeri.

Bisa dilihat berdasarkan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) pada tahun 2011 besaran investasi Indonesia mengalami kenaikan sampai 27% selama kuartal I pada tahun 2011, dan pada tahun 2011 akhir mengalami peningkatan investasi sebesar 21% yang dipicu dengan kian besarnya minat  penanam modal baik domestik maupun asing, yang ingin menginvestasikan dananya di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi di indonesia di lihat berdasarkan besaran PDB tahun 2012 mengalami pertumbuhan sebesar 6,3% pertumbuhan ini di dukung oleh semua sektor, yang dimana pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor pengangkutan dan komunikasi. Ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa untuk kemajuan perekonomian indonesia.

Jika dilihat dari teori Max Weber tentang etika protestan ini. agama seringkali memberikan efek – efek pada stabilitas sosial, kenyamanan sosial sehingga ketika teori ini memberikan kejelasan bahwa terdapat keselarasan antara agama dan kemajuan, maka agama dapat menjalalankan peran aktifnya dalam mengamankan kemajuan dari pengaruh – pengaruh negatif yang kemungkinan terjadi seperti ke tidak nyamanan sosial dan stabilitas sosial. Dan Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam budaya, ras, dan agama. Masalah agama di Indonesia sangat sensitif sekali karena bila sesuatu hal yang didasari dengan agama pasti ujung – ujungnya ada salah satu pihak yang merasa tersinggung, Dan itu bisa bepengaruh kepada kenyamanan sosial dan stabilitas sosial. Tapi jika sebuah agama itu menjadi faktor pendorong untuk memajukan perekonomian sebuah negara, Indonesia mungkin sudah bisa untuk hal itu karena masyarakat indonesia tidak terlalu susah untuk disatukan meskipun beragam. Dan etika protestan bisa juga diterapkan untuk mendorong seseorang untuk bekerja sungguh – sungguh, tidak berfoya – foya, dan konsumtif, sehingga hal tersebut dapat mendorong untuk mencapi kesuksesan.

Menurut teori ini bahwa keinginan atau kebutuhan berprestai bukan sekedar untuk mendapatkan imbalan tetapi juga kepuasan. Tetapi di Indonesia sendiri sekarang tidak berjalan seperti itu, malah kebanyakan pemerintah di indonesia inginnya mendapatkan imbalan dan kepuasaan batin saja, bukan prestasi yang diperoleh malah kerugian yang didapat dari orang – orang yang korupsi. Dan itu berpengaruh kepada pertumbuhan perekonomiaan negara, maka muncul pandangan bahwa tingkat perekonomian Indonesia sulit dengan  peningkatan ekonominya.

Justru yang harus kita pikirkan sekarang bagaimana caranya untuk mengatasi orang – orang yang memang tidak layak duduk dipemerintahan, karena ujung – ujugnya pasti merugikan negara. Karena itu hal yang lebih baik yang harus dilakukan sekarang adalah membrantas yang ada di dalam pemerintahannya dulu setelah itu baru kembangkan perekonomian negara.

Jadi bisa dilihat dari pandangan ketiga teori tersebut bahwa kesimpulanya yaitu Indonesia saat ini baru mencapai tahapan pembangunan prakondisi lepas landas karena masih banyak campur tangan asing di dalamnya, sehingga bisa berpengaruh besar terhadap perkembangan perekonomian Indonesia yang saat ini sudah mulai berkembang. Meskipun peranan asing yang lebih mendominasi, tapi Indonesia mampu mengembangkan investasi dalam dan luar negara sehingga dari tahun ketahun mengalami kenaikan.

Malaysia :

Malaysia jika dilihat dari teori Harrod – Domar mengenai pembangunan perekonomian, tabungan, dan investasi. Negara ini merupakan negara yang sangat baik yang bisa mengembangkan perekonomiannya menjadi lebih berkembang. Di tambah dengan adanya investasi dari FDI ( Foreign Direct Investment ) yang mendirikan suatu perusahaan multinasional yang beroprasi di Malaysia. Perusahaan ini merupakan cabang yang ada di Malaysia dari Perusahaan induk yang terdaftar di negara maju. Dengan adanya perusahaan ini Malaysia bisa terbantu dari adanya krisis yang dihadapi Malaysia, sehingga perekonomianya tidak terlalu tergoyahkan.

Teori etika protestan menurut Max Weber. Disini Malaysia merupakan negara yang memiliki sikap toleransi beragama yang sangat kuat. Di negara ini agama bukan jadi masalah spritual saja tetapi agama sudah menjadi bagian dari perkembangan perekonomian di negara ini. Masyarakatnya pun merupakan masyarakat yang bisa diandalkan, masyarakat  yang mau bekerja keras dan mampu menjadi bagian yang penting dalam negara. Jadi tidak salah jika pembangunan negara ini sangat berkembang pesat, karena semuanya sudah terkonsep dengan benar.

Pandangan teori Mc Clelland yang bisa menilai Malaysia sebagai negara yang bisa berkembang pesat karena mampu bersaing dengan negara – negara berkembang lainnya, yaitu untuk supaya tercapainya keinginan negara , yang berprestasi sehingga membuat masyarakatnya bangga. Dan pandangannya bahwa jika negaranya memiliki prestasi pasti masyarakatnya pun ingin selalu memberikan yang terbaik untuk negaranya tanpa mengharapkan imbalan yang lebih karena sudah tercapainya kepuasan dan sudah terbukti malaysia mampu melakukan hal itu.

Maka dari itu bisa diambil kesimpulan bahwa Malaysia saat ini sudah memasuki tahapan lepas landas menuju ke arah kedewasaan. Dengan adanya industri – industri yang berkembang pesat yang dimana keuntungan dari industrinya ditanamkan kembali ke pabrik – pabrik baru sehingga negara memiliki keuntungan yang besar akan hal itu, Ditambah lagi dengan tabungan investasi yang efektif meningkat setiap tahunya.

Singapore :

Singapore jika dilihat dari teori Harrod – Domar masalah perkembangan perekonomian suatu negara dilihat dari tabungan dan investasinya. Singapore merupakan negara berkembang yang sudah bisa dibilang mendekati negara maju. Dikarenakan perekonomian disana sangat stabil dan terus maju dari tahun ke tahun dan itu menjadi modal Singapore dalam bersaing di dunia internasional. Jika dilihat dari tabungan dan investasinya, Singapore merupakan negara yang sangat baik. Begitu pula dengan tabungan yang dimiliki negara ini. Setiap tahunnya selalu terjadi penigkatan, perkembangan investasi yang dilakukan di negara ini menjadi sebuah perhitungan untuk mencapai kesuksesan

Dilihat dari Etika Protestan Max Weber, Singapore merupakan negara yang sangat berkembang pesat karena kerja keras yang dilakukan oleh setiap individu untuk mencapai kepuasan negaranya, selama tidak mengganggu stabilitas sosial yang ada di negara ini. Dan yang Lebih baik lagi adalah bagaimana mementingkan kepentingan negara untuk mencapai kearah yang lebih maju tanpa merugikan pihak tertentu.

Dan bila dilihat dari teori Mc Clelland bahwa masyarakat singapore mempunyai sifat yang ulet dan mampu bekerja keras tentunya menjadi prestasi tersendiri tanpa memikirkan kepentingan satu pihak atau kepentingan individu yang mementingkan imbalannya saja. Serta di dorong dengan masyarakatnya dengan persatuannya yang tinggi, itu bisa menjadi prestasi yang membanggakan bagi Singapore sehingga pertumbuhan ekonominya semakin maju.

Maka dari itu dapat diambil kesimpulan bahwa Singapore saat ini berada di tahapan yang lebih tinggi dari Malaysia yaitu pada tahap bergerak menuju ke kedewasaan yang mana disebabkan oleh tingkat tabungan dan investasi yang meningkat efektif antara 10% hingga 20%.

Thailand :

Menurut teori Harrod – Domar bisa dilihat bahwa suatu negara yang memiliki perekonomian yang berkembang adalah negara yang bisa menabung dan  menginvestasi. Disini Thailand merupakan negara yang baik dalam hal menginvestasi, pemerintahan kerajaan Thailand menyambut investasi asing dan investor yang bisa memenuhi beberapa  persyaratan utuk terdaftar di hak investasi istimewa melalui dewan investasi Thailand.

Pada bulan Februari 2001 dengan menstimulasi permintaan domestik dan mengurangi ketergantungan Thailand kepada perdagangan dan investasi asing. Sejak itu, administrasi Thaksin telah memperbaiki pesan ekonominya dengan mengambil ekonomi “jalur ganda” yang menggabungkan stimulan domestik dengan promosi tradisional Thailand tentang pasar terbuka dan investasi asing. Ekspor yang lemah menahan pertumbuhan PDB pada 2001 hingga 1,9%. Namun pada 2002 – 2003 stimulan domestik dan kembalinya ekspor menambah performa yang semakin baik, dengan pertumbuhan PDB pada 5,3% dan 6,3%. Jadi perkembangan perekonomian negara ini sudah mulai membaik setelah pasca krisis yang dialami thailand.

Jika dilihat dari teori etika protestan, Thailand merupakan negara yang lebih mengedepankan kebudayaan, jadi nilai – nilai kebudayaanya lebih kental diterapkan dinegara ini. Pasca krisis yang melanda menjadikan Thailand tetap memiliki tingkat ekonomi yang mapan dan kuat negara ini mampu bangkit dari berbagai masalah tidak terpaku dari bantuan negara lain. Hal ini menjadi kekuatan utama bagi Thailand yang juga mendapatkan dukungan dari masyarakatnya agar dapat bersaing dalam perkembangan ekonomi.

Teori Mac Clelland bahwa N-Ach yang diperoleh Thailand sangat kuat. Masyarakat bekerja keras dalam membantu pemerintah untuk membangun kembali ekonomi yang sebelumnya kurang terkontrol pasca bencana banjir, menjadi lebih baik untuk supaya tercapainya kesuksesan dalam bidang perekonomian.

Bisa dilihat dari kesimpulan bahwa saat ini Thailand berada pada tahapan lepas landas karena hambatan – hambatan proses pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Thailand terus berkurag dan juga tingkat pengangguran disana terus menurun setiap tahunnya. Selain itu, Thailand juga mulai membangun industri-industri baru yang berkembang pesat yang mana keuntungannya digunakan kembali untuk membangun pabrik-pabrik baru sehingga terus menambah pemasukkan bagi tabungan negara Thailand.

 Fhilipina :

Dilihat dari teori Harrod – Domar tentang perkembangan perekonomian, Filiphina belum memiliki ekonomi yang baik karena dalam perekonomian negara ini termasuk negara yang cukup lambat dalam mengembangkan perekonomian setelah sempat terjadi kemerosotan Filiphina tidak langsung bangkit. masalah investasi dan tabungan Filiphina sangat kurang memuaskan karena minimnya kerja sama antar negara dapat berpengaruh dalam perekonomiannya.

Perekonomian Filipina bisa tergolong terbantu dari sektor pertanian dan industri ringan. Pemerintahnya juga terus meningkatkan infrastruktur agar Filiphina dapat memiliki tingkat ekonomi yang sebanding dengan negara-negara Asia Timur.

Menurut etika protestan Max Weber juga melihat Filiphina sebagai negara yang tingkat pembangunan ekonominya lemah, masyarakat Filipina tidak cepat tanggap dalam mengatasi hal ini sehingga masyarakat Filipina kebanyakan malah acuh tak acuh tak menghiraukan masalah perekonomian mereka. padahal jika dengan kerja keras dari setiap masyarakatnya Filipina pasti akan keluar dari keterpurukan perekonomian negara.

Dari teori Mac Clelland, perekonomian Filipina saat ini menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Seperti yang terjadi saat ini dimana Filiphina mulai mengalami kemajuan terus menerus walaupun berjalan sangat lambat.

Maka kesimpulannya, saat ini Filiphina berada pada tahapan yang sama dengan Indonesia yaitu di tahapan prakondisi untuk lepas landas karena adanya usaha untuk meningkatkan tabungan masyarakat dimana tabungan itu dimanfaatkan untuk sektor-sektor yang menguntungkan seperti halnya pendidikan yang gratis di Filiphina sehingga memungkinkan masyarakatnya menjadi terdidik dan mampu menjadi penerus untuk memajukan negara Filiphina.

Vietnam :

Teori Harrod – Domar, bahwa perekonomian Vietnam semenjak pasca perang dingin sempat terpuruk. Tapi pada saat ini Vietnam sudah semakin maju dengan memiliki tingkat investasi asing mencapai tiga kali lipat dari persentase investasi pada tahun sebelumnya dan juga tumbuhnya simpanan domestik yang mencapai empat kali lipat sehingga membuat negara ini menduduki posisi kedua negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

Dilihat dari segi teori etika protestan, bahwa kerja keras yang dimiliki masyarakat Vietnam untuk membangun kerjasama antara masyarakat dan pemerintah Vietnam dalam membangun kemajuan di negaranya sangatlah mendorong semangat untuk mencapai stabilitas sosial supaya negara jauh dari keterpurukan.

Tapi jika dilihat dari teori Mac Clelland, Vietnam merupakan negara yang mampu bangkit dari keterpurukan dan mencoba membangun investasi untuk perkembangan perekonomian negaranya.

Dapat diambil kesimpulan bahwa saat ini Vietnam berada pada tahapan lepas landas karena industri yang berkembang pesat namun masih terdapat hambatan utama yaitu pengangguran yang menyebabkan negara ini sulit untuk maju ke tahap bergerak menuju kedewasaan. Bila hal ini sudah dapat diatasi, maka negara ini akan memiliki ekonomi terkuat di Asia Tenggara.

Myanmar :

Myanmar adalah negara kecil yang penduduknya juga sedikit. Hal ini seharusnya membuat negara ini mudah bagi kemajuan pembangunannya, namun ternyata Myanmar memiliki pertumbuhan ekonomi yang sulit. Kurangnya investasi yag dimiliki oleh Myanmar juga menjadi salah satu alasan mengapa negara ini kurang maju.

Dari teori Max Weber, bila memandang Myanmar masih terkesan memiliki banyak ketidakyakinan dari masyarakatnya, sehingga haruslah pemerintah memberikan dorongan agar ada keinginan dari masyarakat untuk maju dan berkembang.

Juga jika melihat dari sudut pandang Mc Clelland. Kebutuhan yang sangat banyak tidak membuat masyarakat Myanmar terus bekerja keras, namun ternyata malah menimbulkan ketidakyakinan. Kerja keras yang dilakukan dianggap sia-sia saja. Namun pemerintahan terus mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang membuat masyarakat berpikir untuk maju sehingga tidak membuat negara ini terpuruk sangat jauh.

Jadi pada kesimpulannya, negara ini telah mencapai tahapan pra kondisi lepas landas karena masih adanya hambatan-hambatan bagi pembangunan perkembangan ekonomi. Juga baru muncul industri-industri baru yang dianggap dapat menopang perekonomian di Myanmar. Dukungan masyarakat dalam hal ini juga sangat penting, karena negara ini adalah negara dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak, sehingga dapat meminimalisir pengangguran yang mungkin dapat menjadi hambatan saat negara ini akan bergerak menuju tahapan lepas landas.

Kamboja :

Ekonomi Kamboja cukup baik karena memiliki kemajuan yang sangat pesat, namun ternyata di negara ASEAN, Kamboja masih memiliki perekonomian yang jauh di bawah negara-negara lain. Jika melihat investasi asing pun negara ini sangatlah kurang diperhatikan, sehingga sangatlah kecil pula tabungan yang dapat dimiliki oleh negara Kamboja ini untuk membangun negaranya .

Menurut teori Max Weber memang ditunjukkan oleh masyarakat dan juga pemerintahan Kamboja, namun pada kenyataannya tetap saja negara ini masih tertinggal jauh dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Masih dibutuhkan kerja keras yang berkali-kali lipat untuk dapat membangun negara ini ke arah yang lebih baik lagi.

Tidak banyak prestasi yang dihasilkan oleh negara ini, sehingga rakyat perlu membantu pemerintahan untuk mengenalkan negara ini dengan diawali dari prestasi-prestasi individu di luar negeri yang tentunya akan mengharumkan nama Kamboja. Hal ini pasti akan memberikan sedikit kemajuan yang berarti.

Kesimpulannya Myanmar adalah negara di kawasan Asia Tenggara yang berada pada tingkatan ekonomi terendah, namun bukan berarti juga negara tertinggal. Saat ini Myanmar baru masuk tahap prakondisi lepas landas karena belum banyak perubahan berarti di negara ini. Dengan adanya campur tangan negara asing di negara ini cukup memberikan pencerahan bagi kurangnya tingkat pertumbuhan di Myanmar.

Laos :

Pemerintah Laos – salah satu dari sekian negara komunis yang tersisa – memulai melepas kontrol ekonomi dan mengizinkan berdirinya perusahaan swasta pada tahun 1986. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi melesat dari sangat rendah menjadi rata-rata 6% per tahun periode 1988-2004 kecuali pada saat krisis finansial Asia yang dimulai pada 1997. Seperti negara berkembang umumnya, kota-kota besarlah yang paling banyak menikmati pertumbuhan ekonomi. Ekonomi di Vientiane, Luang Prabang, Pakxe, dan Savannakhet, mengalami pertumbuhan signifikan beberapa tahun terakhir.

Sebagian besar dari wilayahnya kekurangan infrastruktur memadai. Laos masih belum memiliki jaringan rel kereta api, meskipun adanya rencana membangun rel yang menghubungkan Vientiane dengan Thailand yang dikenal dengan Jembatan Persahabatan Thailand-Laos. Ada telekomunikasi internal dan eksternal yang terbatas, terutama lewat jalur kabel, namun penggunaan telepon genggam/handphone telah menyebar luas di pusat perkotaan. Listrik tidak tersedia di banyak daerah pedesaan atau hanya selama kurun waktu tertentu. Pertanian masih mempengaruhi setengah dari PDB dan menyerap 80% dari tenaga kerja yang ada. Ekonomi Laos menerima bantuan dari IMF dan sumber internasional lain serta dari investasi asing baru dalam bidang pemrosesan makanan dan pertambangan, khususnya tembaga dan emas. Pariwisata adalah industri dengan pertumbuhan tercepat di Laos. Pertumbuhan ekonomi umumnya terhambat oleh banyaknya penduduk berpendidikan yang pindah ke luar negeri akibat tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang memadai. Pada 2005 penelitian oleh Bank Dunia melaporkan bahwa 37% dari penduduk Laos yang berpendidikan tinggal di luar negeri, menempatkan Laos pada tempat ke-5 di dunia untuk kasus ini.

Akhir 2004 Laos menormalisasi hubungan dagangnya dengan Amerika Serikat, yang membuat produsen Laos mendapatkan tarif ekspor yang lebih rendah sehingga merangsang pertumbuhan ekonomi mereka dari sektor ekspor.

Kesimpulannya saat ini Laos sudah mencapai tahap masyarakat tradisional yang baru bergerak ke arah pra kondisi lepas landas karena sebagian besar masyarakat berpendidikan meninggalkan negara ini, yang menyebabkan negara ini hanya mendapat masyarakat yang kurang berpendidikan sehingga sulit untuk mengembangkan negaranya.

Brunei Darussalam :

Negara yang ekonominya didominasi oleh hasil minyak bumi dan gas alam ini, memiliki tingkat ekonomi yang kurang baik. Hal ini juga disebabkan oleh kurangnya tingkat investasi yang dapat membantu ekonomi negara ini.

Namun sekarang pertumbuhan ekonomi bertumbuh pesat apalagi harga minyak bumi, gas dan bahan pangan meningkat tajam sehingga mampu mejadi devisa dan tabungan bagi Brunei Darussalam.

Menurut teori Max Weber, saat masyarakat Brunei mampu memanfaatkan apa yang menjadi sumber daya utama negara ini, maka Brunei akan mampu mengimbangi bahkan melebihi tingkat perekonomian negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Sedangkan jika dilihat dari teori Mc Clelland, maka negara ini masih membutuhkan rasa keinginan yang kuat agar mampu menjadi negara dengan tingkat perekonomian yang kuat dan mampu bersaing dalam dunia internasional.

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa negara Brunei Darussalam berada pada tahapan yang sejajar dengan Singapura, yaitu berada pada tahapan bergerak menuju kedewasaan karena keberhasilannya dalam menjadi salah satu negara pembentuk APEC. Perkembangan yang sangat baik dan bila terus seperti ini, perekonomian Asia Tenggara dapat dikendalikan oleh Brunei Darussalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: