Peranan Komite Olimpiade Internasional Dalam Mengatasi Masalah Doping Dan Perjudian Ilegal

PERANAN KOMITE OLIMPIADE INTERNASIONAL DALAM MENGATASI MASALAH DOPING DAN PERJUDIAN ILEGAL

Rudiansyah TL/44309002

Ruud_r@rocketmail.com

ABSTRACT

The International Olympic Committee is a non governmental organization which is an organization formed to organize a sports federation which aims to raise young people in the ethics of sport education, and emphasized menomer political interests, as well as eliminating some types of violations that exist in an Olympic sport.

The problem here is that there is a kind of violation that occurred in the Olympic Games. Which can be detrimental to certain parties. That is due to the doping-doping or the use of drugs that affect the Olympic athletes, and it could cause harm to the organizer. In addition to doping issues being put forward there is one problem that could cause the loss of an illegal gambling conducted the individuals are not responsible for the gambling mafias as they manipulate the game for his own benefit or that score arrangements in italy his name.

 

KEY WORDS

IOC, Illegal Gambling, Doping

PENDAHULUAN

IOC (Komite Olimpiade Internasional), Organisasi non pemerintah ini didirikan pada tgl 23 juni 1894 oleh Pierre De Coubertin. Yang bertujuan untuk menyelenggarakan suatu modern olimpiade dan youth olympic games atau suatu olah raga yang mengedepankan etika pendidikan sebagai faktor utama untuk mendorong anak muda sehingga menjadi atlet-atlet masa depan yang lebih bertanggung jawab.

IOC sendiri merupakan organisasi yang mempromosikan Olympism di seluruh dunia untuk memimpin gerakan olimpiade selama olimpiade berlangsung. IOC sendiri bisa dibilang merupakan organisasi yang sangat mampu mendorong dan mendukung promosi perempuan dalam olah raga di semua tingkat dalam semua struktur yang bermaksud untuk mensetarakan antara perempuan dan laki-laki.

Di dalam sebuah federasi olahraga yang dikedepankan bukan hanya masalah kebugaran atlet-atlet saja melainkan masalah kelancaran yang akan berlangsungnya suatu ivent harus selalu diperhatikan. Karena banyak pihak-pihak yang tidak akan bertanggung jawab ketika terjadi masalah apalagi disini masalahnya adalah doping dan perjudian ilegal yang selalu dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

Di kasus ini masalah pengaturan pertandingan dan perjudian yang menjadi masalah utama di dunia olah raga selain masalah doping. Karena jaman sekarang disetiap acara olah raga apapun orang-orang akan merelakan uangnya habis untuk berjudi. Dan yang harus mempertanggung jawabkan atas hal ini adalah pihak organisasi olah raganya sendiri dan pemerintahanya.

Pengaturan pertandingan telah dialami oleh semua negara yang memiliki sebuah federasi olahraga di negara-negara maju maupun negara berkembang. Sampai saat ini persoalan tersebut belum bisa di atasi dengan serius dikarenakan hanya orang-orang tertentulah yang terlibat.

 

PEMBAHASAN

Yang menjadi pembahasan disini adalah peranan IOC dalam menghadapi masalah doping dan perjudian ilegal. IOC cukup tegas dalam menghadapi persoalan tersebut, pihak federasinya pun bisa dibilang mau bertanggung jawab untuk mengurus atlet-atlet yang terlibat dalam masalah pemakaian doping dan pengaturan pertandingan. Karena masalah doping ini memang sulit untuk diberantas jikalau atlet-atlet tersebut sudah kecanduan untuk memakainya banyak hal yang akan menjadikan atlet itu merasa dirugikan selain masalah dia memakai doping dia telah melanggar peranan-peranan yang ada dalam IOC tersebut yang dimana bahwa dalam suatu federasi olah raga tidak boleh adanya pemakaian obat-obatan terlarang.

Pengaturan pertandingan dan perjudian ilegal yang saat ini sudah menjadi makanan para mafia-mafia tersebut ternyata semua itu ada yang menggerakanya yaitu suatu organisasi kriminal yang tidak bertanggung jawab atas terjadinya suatu masalah yang ada pada diri federasi olah raga itu sendiri. Presiden IOC sendiri mengajak semua pendiri federasi olahraga dan politisi-politisi untuk merundingkan bagaimana caranya menghambat langkah-langkah mafia judi agar tidak bisa segampang itu  memanipulasi hasil pertandingan. Karena cepat atau lambat jika masalah ini tidak dituntaskan akan menjadi akar yang merambat dan tidak menguntungkan bagi federasi olah raga serta akan berpengaruh buruk kepada olimpiade nantinya.

Pengaturan pertandingan dan perjudian itu menjadi musuh nomor satu dunia olahraga berikutnya setelah doping. Masalah ini menjadi tanggung jawab organisasi olahraga dan pemerintah. Jacques Rogge[1] mencontohkan kasus pengaturan pertandingan yang terjadi pada dunia sepak bola Korea Selatan dan sumo di Jepang itu menyebabkan kerugian besar pihak federasi.

Dan beliau juga mengatakan bahwa mereka telah menjadikan masalah doping prioritas utama, sekarang muncul bahaya lain di seluruh negara, yakni bahaya korupsi, pengaturan pertandingan, dan judi ilegal,

Jaksa Penuntut di Korea Selatan mengindikasikan lebih dari 70 pesepak bola, bandar judi, dan lain-lain terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan, sementara di Turki masih dalam penyelidikan. Di Jepang, sebanyak 25 pegulat sumo dan pelatih dikeluarkan karena terbukti melakukan pengaturan pertandingan.

Menurut Rogge ini perang baru yang harus kita hadapi. Hari ini, kita tidak bisa membaca koran tanpa menemukan kasus pengaturan pertandingan. Jadi, kita harus menyatakan perang terhadap masalah ini melibatkan organisasi olahraga dan pemerintah. Hal ini dia sampaikan saat sedang berada di Tokyo, Jepang untuk menghadiri perayaan 100 tahun Komite Olimpiade Jepang.

Pihak federasinya sendiri menyatakan bahwa orang-orang yang tersangkut masalah ini kebanyakan berasal dari turki, dari sebuah klub sepak bola yang sudah tidak asing lagi namanya di negara turki yaitu Fenerbahce yang pernah menjuarai Liga Champion dan menjuarai liga-liga turki lainya. Dibelakang itu terdengar kabar bahwa klub tersebut melakukan pengaturan pertandingan dan memanipulasi hasil pertandingan. Termasuk presiden klubnya itu sendiri yang disangka melakukan korupsi dalam 19 pertandingan.

Selain itu tertangkapnya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam pertandingan tersebut yaitu sebanyak 30 orang mereka berjudi dan memanipulasi hasil pertandingan. Hal ini sangatlah mencoreng nama baik perolahragaan dunia. Olahraga selalu mengusung sportifitas dalam setiap permainannya, namun hal ini menjadi sebuah tamparan besar bagi komite olimpiade internasional.

Tidak mungkin mudah memberantas kasus doping dan perjudian ilegal seperti ini. Jangankan memberantas, untuk memberikan peringatan saja sudah cukup sulit karena kasus-kasus ini didukung oleh para petinggi-petinggi olahraga tersebut, jadi cukup sulit menjerat mereka jika kita tidak memiliki bukti kuat yang otentik.

Komite Olimpiade Internasional memang sudah cukup tegas, namun masih dibutuhkan banyak kekuatan lagi untuk menghilangkan kasus ini agar jangan sampai menjadi sebuah kebiasaan internasional yang terjadi di seluruh negara di dunia ini.

 

KESIMPULAN

Dari sekian banyak kasus yang sudah terjadi, kiranya Komite Olimpiade Internasional semakin mampu memberikan keadilan bagi seluruh peserta olimpiade agar menghasilkan kepuasan secara lahir dan batin bagi seluruh peserta.

Bukan dalam hal teori saja, namun bahasan ini lebih mengacu kepada para peringgi yang terbiasa melakukan doping dan judi ilegal dengan mengatur hasil pertandingan.

Komite Olimpiade Internasional sudah sewajarnya melakukan pengamanan ekstra ketat juga kepada setiap petinggi dan juri ataupun wasit dalam setiap pertandingan. Diperlukan sanksi yang tegas bagi mereka yang melanggar peraturan yang dibuat. Ini merupakan jalan keluar yang terbaik, karena bila saja hal seperti terus terjadi akan membuat dunia menjadi ladang perjudian yang juga merugikan tentunya bagi para atlet yang berjuang dengan usaha mereka secara adil.

Setiap kasus yang terjadi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Komite Olimpiade Internasional yang memiliki tujuan untuk melangsungkan olimpiade yang bersih dan adil tentunya. Diskualifikasi adalah hal kecil namun menjadi sanksi tegas, bukan untuk para atlet tetapi bagi para petinggi yang selalu berbuat kecurangan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Rudy, T. May. 2009. Administrasi dan Organisasi Internasional. Bandung. PT Refika Aditama.

Gudono. 2012. Teori Organisasi Jilid 2. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada.

Freemont. 2007. Organisasi dan Manajemen Jilid 1 (Edisi kedua). Jakarta. Bumi Aksara.

http://nasional.jurnas.com/

http://olahraga.kompas.com/

http://bataviase.pitoong.com/

 


[1]Presiden International Olympic Committee IOC.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: